Senin, 08 Oktober 2018

Rabu, 03 Oktober 2018

Dokumentasi Kegiatan Sabhagiriwana'17 National Orienteering Competition VIII 2018 Tingkat Nasional









Dokumentasi Selengkapnya dapat di unduh di UNDUH DISINI YA
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Sabtu, 01 September 2018

Leaflet

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Selasa, 28 Agustus 2018


📣📣ATTENTION PLEASE📣📣
GO ORIENTEERING!!
Siapa nih yang udah ngga sabar nungguin event Sabhagiriwana'17 National Orienteering Competition (SNOC) VIII Tingkat Nasional Tahun 2018 ???

Pada tahun ini, Mahasiswa Pecinta Alam Sabhagiriwana'17 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang akan menggelar kembali event Sabhagiriwana'17 National Orienteering Competition (SNOC) untuk ke-8 kaliya loh!

🔰 Open registration :
Sabhagiriwana'17 National Orienteering Competition VIII (SNOC) Tingkat Nasional
Per tanggal 15 Agustus 2018 - 27 September 2018.

🔰 Pendaftaran :
Via Online : www.mapalasabhagiriwana.blogspot.com
Via Offline : Datang Langsung Ke Basecamp Sabhagiriwana'17, Kompleks UKM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Dhuwur, Gajah Mungkur, Kota Semarang.

🔰 Ketegori :
- Mahasiswa/Umum Putra
- Mahasiswi/ Umum Putri
- Pelajar
- Militer

🔰 Persyaratan :
- Peserta dalam bentuk regu yang terdiri dari 2 Orang.
- Membayar Biaya Pendaftaran.
- Mengisi Formulir pendaftaran dan Surat Pernyataan.
- Melampirkan Surat Tugas dari organisasi/instansi
- Melampirkan Surat Keterangan Sehat dari Dokter
- Melampirkan Foto Copy Kartu identitas (KTP/KK/KTM/KTA Dll.)
- Melampirkan Pas Foto 3 X 4 (3 Lembar)
- Surat Kererangan Bebas Narkoba.

🏦Biaya pendaftaran
💰 Kategori Mahasiswa/Umum Putra Rp. 250.000/Team
💰 Kategori Mahasiswi/ Umum Putri Rp. 250.000/Team
💰 Kategori Pelajar Rp. 225.000/Team
💰 Kategori Militer Rp. 250.000/Team

📌 Fasilitas:
- T-shirt (50 team pendaftar pertama)
- Sertifikat
- Transportasi PP ke lokasi Perlombaan
- Kartu Kontrol
- No Dada
- Peta Perlombaan
- Buku Teknis Perlombaan
- Konsumsi 1X
- Snack 1x
- Penginapan
- Stiker
- Id-Card
- Jodoh Bila Beruntung
- Pengalaman

More info:
Hendrikus : 0813-7394-2387
Bagir : 0852-3461-595
Diah Ayu : 0857-2364-7765
Dani : 081299408042

#orienteering #Sabhagiriwana17 #AyoIkutSnoc #SNOCVIII #untagsemarang
~~~~~~~~~~~~~~
📷 Ig: Sabhagiriwana17
👤 Fb: Sabhagiriwana Untag Semarang
📧 email :Sabhagiriwana17@yahoo.com/raisyahcheva@yahoo.com
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Rabu, 08 Agustus 2018

Menyusuri Goa Cantik Di Pesisir Utara Pulau Jawa




Pada bulan juni 2018 tepatnya di minggu ketiga bulan itu, kepala divisi caving yaitu rafi berkesempatan mengikuti kegiatan explorasi dan pemetaan goa di wilayah kabupaten lamongan, kegiatan ini di inisialisasi oleh teman-teman caving jawa timur yang ingin mengadakan caving ceria dan pada saat itu sabhagiriwana’17 berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut dengan di wakili oleh sodara rafi yang berasal dari lamongan juga, kebetulan pada saat itu masih masa-masa liburan idul fitri jadi kami bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini dimulai pada hari selasa dan berakhir pada hari rabu dini hari.
Pagi hari di hari selasa saya pun berangkat menuju ke kampus unisla lamongan yang terletak di tengah kota lamongan yang berjarak kurang lebih 30 km dari rumah saya dengan menggunakan sepeda motor,sesampai disana saya langsung naik ke gedung depan parkiran tempat saya memarkirkan motor dan menuju ke lantai paling atas dengan tujuan basecamp mapala jemapala milik unisla lamongan, pada saat itu telah berkumpul beberapa orang dari mapaus Surabaya, dari stimbara gresik, stikmapala lamongan, serta tentunya dari jemapala itu sendiri, satu persatu orang saya salami dan saling berkenalan satu sama lain, karena memang saat itu kami masih belum saling mengenal, beberapa saat kemudian datang lah teman lagi dari sispala acarina tuban dengan membawa sebuah drybag berisi peralatan caving, selang beberapa menit kemudian datanglah anggota dari mapalsa Surabaya, anggota dari organisasi wwf Indonesia serta wartapala Indonesia setelah semua peserta sudah datang lanjutlah kami mengeluarkan semua peralatan yang di bawah untuk segera di ceklist dan dibagi, saat itu sabhagiriwana’17 membawa alat pemetaan goa sebanyak 2 set, setelah semua diceklist kami pun membagi tugas untuk mengecek kondisi peralatan yang dibawa oleh teman-teman dan memilih peralatan yang dinyatakan layak pakai untuk kegiatan caving kali ini, karena menurut informasi dari teman-teman jemapala bahwa goa yang akan kami masuki nanti adalah goa yang telah lama menghilang karena di tutup oleh semak-semak tinggi berduri dengan medan medan batu karang tajam kanan kiri dinding goa dengan kontur tanah menurun ke bawah tanah, setelah sekitar 30 menit mengecek dan menceklist peralatan akhirnya kami pun sudah siap untuk berangkat menuju kelokasi dengan membawa 12 set caving, dengan tambahan 1 set srt untuk kebutuhan apabila goa yang kami cari dapat kami temukan dari sisi vertical, karena menurut pengakuan warga goa tersebut adalah goa tembus yang bisa juga diakses secara horizontal maupun vertical. Sekitar pukl 10.00 wib akhirnya kami memulai perjalanan menuju ke lokasi goa dengan melewati kawasan hutan jati menuju ke utara atau kea rah wisata bahari lamongan, dengan ditempuh perjalanan menggunakan motor kurang lebih 1 jam akhirnya kami sampai di rumah anggota dari jemapala yang berlokasi tidak jauh dari goa yang akan kami cari tersebut, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju ke goa dengan medan batu karang tajam dengan panorama perkebunan kering di samping kiri jalan dan panorama tebing dan gunung kapur yang berada di samping kanan jalan, sekitar 10 menit kami berkendara akhirnya kami telah sampai di sebuah tanah lapang tempat terakhir parkir motor dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sekitar 100 meteran, akhirnya kami memutuskan untuk menaroh peralatan di sekitaran tanah lapang tersebut dibawah pohon papaya sambil menyiapkan sarapan pagi untuk mengisi tenaga sebelum berkegiatan dengan menu nasi boranan, nasi khas lamongan, setelah itu kami pun segera mengenakan set caving yang terdiri dari helm, sepatu boot, headlamp, cover all untuk selanjutnya kami di bagi menjadi dua tim yang terdiri dari 7 orang per team untuk melakukan penyisiran kebetulan saat itu saya menyisir sisi utara tempat kami istirahat tadi dan yang lain menuju ke arah selatan, kami berjalan kurang lebih 15 menitan akhirnya kami menemukan goa yang kami cari yang tertutup oleh rimbunan rumput ilalang yang tinggi dan segera pun kami membersihkan ilalang tersebut dan mengambilii semua sampah yang menutupi jalan menuju ke mulut goa, namun saat kami telah membuka goa tersebut terlihat beberapa benda mencurigakan dimana benda tersebut adalah sebuah wadah tempat sesajen entah itu benar atau tidaknya tapi menurut pengakuan warga memang goa tersebut sering di gunakan untuk bersemedi. Setelah kami berhasil menemukan goanya, kami kembali menuju ke tempat yang kami gunakan untuk berteduh tadi untuk beristirahat dan menyiapkan set pemetaan goa dan membagi lagi team dengan memilih siapa yang siap untuk mengawali pemetaan, dan saat itu saya langsung mengangkat tangan memberi pertanda bahwa saya siap, dan akhirnya saya terpilih dengan 5 orang lainnya dan saya berkesempatan menjadi leader, tanpa bertanya saya beserta 5 orang yang lain segera menuju ke goa kembali dengan membawa set pemetaan tadi sementara 5 orang lainnya masuk ke goa lainnya untuk pemetaan juga sehingga 2 orang lainnya tidak ikut masuk karena bertugas sebagai pengawas untuk mengantisipasi aapabila terjadi hal-hal apa di dalam goa baik gempa maupun yang lain, titik stasiun pertama yang bikin saya pilih sangat membingungkan karena goa berkontur vertical namun tidak curam-curam amat satu persatu areal telah saya jajaki hingga akhirnya pada titik stasiun ke 10 akhirnya titik lubang vertical yang kami cari akhirnya ketemu dan kami langsung  menghubungi satu orang teman yang menjaga diatas tadi untuk mencari permukaan lubang tersebut dari atas tanah, namun ternyata lubang goa tersebut telah tertutupi oleh rerumputan tinggi, sehingga perlu di bersihkan, setelah itu kami melanjutkan kegiatan pemetaan goa hingga akhir dengan total 24 titik stasiun dengan panjang goa mencapai 90-110 meteran dengan lebar 7 meteran, namun saat sampai di titik mulut yang lain kami dihadapi oleh permasalahan yaitu mulut goa tertutup oleh semak belukar tinggi sehingga kami harus membersihkan kembali dengan menggunakan parang dan setelah itu kami satu persatu keluar keluar goa dan menuju ke lubang vertical tadi yang telah kami temukan dan kembali membersihkan ilalangnya dengan menggunakan parang, tanpa terasa waktu telah menunjukan pukul 15.00 wib kami pun segera naik kembali menuju tempat berteduh dan beristirahat setelah beristirahat sambil packing alat sekitar 30 menit kami melanjutkan perjalanan menuju ke goa kedua yang berada tidak jauh dari pelabuhan lamongan,sekitar 15 menit kemudian akhirnya kami telah sampai di mulut goa namun waktu kami sampai di sana saya pun bertanya-tanya dimana goa nya karena salah satu dari teman bilang kalo kita sudah sampai di lokasi goa kedua, ternyata goanya berada di balik rimbunan rumput pendek jadi tidak terlihat hanya terlihat rerumputan kering saja di situ tapi ternyata di bawah rumput tersebut terdapat sebuah goa, walaupun saat itu waktu telah menunjukan pukul 16.00 namun matahari sangat menyengat sehingga membuat saya begitu kepanasan ditambah lagi suasana lokasi yang tandus bah seperti di daerah padang savanna yang kering, setelah itu kami pun akhirnya masuk kedalam goa dengan menggunakan bantuan tali webbing secara bergantian, namun saat kali pertama dari kami yang masuk tiba-tiba seekor ular yang cukup besar menyambut kami dan segera lari menuju balik batu-batuan, konon menurut warga memang goa tersebut merupakan habitat ular besar jadi kami harus berhati-hati, di goa ini kami tidak melalukan pemetaan karena keterbatasan waktu, konon menurut warga goa ini bernama goa angina-angin yang memiliki 3 lantai dengan lantai paling bawah berada di dalam laut yang berada di samping goa, aura sejuk saya rasakan didalam goa tetesan air dari stalakmit ataupun stalaktit menyejukan mata namun saya harus tetap hati-hati karena goa ini begitu tipis kandungan oksigennya, bukan karena banyaknya guano atau apa melainkan karena dalamnya goa ini menjurus kebawah tanah menjadi penyebabnya, sekitar 30 menit saya menyusuri goa tersebut akhirnya saya telah sampai di pintu goa lantai 2 dengan ditandai medan turunan yang begitu curam yang mengarah ke bawah dengan bantuan tali webbing yang di ikatkan di sebuah batu dekat pintu akhirnya kami dapat masuk ke lantai dua goa atau satu lantai di bawah lantai tiga sebelumnya, kami terus menyusuri goa tersebut dengan suasana yang begitu menajubkan dan mencengkam karena jika kami salah pinjak kami bisa saja terjen ke lantai 1 goa atau lantai goa terdasar yang belum pernah di hitung berapa tingginya, kami terus berjalan dengan menggunakan tali webbing dengan tujuan agar lebih meminimalisir kecelakaan, goa semakin jauh semakin turun ke bawah dan semakin sempit, udara juga semakin lama kami berjalan juga semakin jarang sehingga untuk melanjutkan perjalanan menuju ke lantai dasar hanya kami ber lima salah satunya saya yang  berani turun menuju ke lantai dasar goa, hal  ini dikarenakan lokasi goa yang licin, sempit, terjal dan juga udara yang begitu tipis, kami berlima pun terus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya kami sampai ke pintu goa lantai dasar sama halnya dengan pintu goa lantai 2 kami menggunakan tali webbing untuk turun ke lantai dasar, suasana pengap, panas, oksigen menipis dengan tetesan air dari atap goa yang berasa asin menandakan bahwa goa ini telah berada di bawah air walau belum sebegitu dalam kami berlima mencoba mencari ujung goa yang katanya berada ditebing samping laut, namun sekitar 10 menit kami berjalan di dasar goa kami memutuskan untuk kembali keatas karena kabar dari 2 orang teman yang menjaga dimulut goa, cuaca diatas telah mendung dan mulai turun hujan sehingga kami harus segera kembali ke permukaan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak di inginkan, tetap dengan mengunakan tali webbing kami berjalan dengan berhati-hati menuju ke pintu goa 1,2,3 dan akhirnya 30 menit kemudian kami telah sampai di mulut goa, benar apa kata teman saya tadi bahwa cuaca di atas telah hujan lebih deras lagi, syukurlah kami bisa kembali dengan selamat.
Ini pengalaman yang begitu berharga bagi saya, untuk pertama kalinya saya menelusuri sebuah goa yang begitu indah tapi menakutkan, hal ini yang membuat saya lebih bersemangat lagiuntuk belajar ilmu caving.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Kamapala orienteering competition season 2 tingkat nasional, ajang uji coba anggota muda!!



Pada tanggal 13-14 juli 2018 sabhagiriwana’17 berkesempatan ikut dalam kegiatan Kamapala Orienteering Competition Season 2 yang di selenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Kamapala UPGRIS Semarang, pada kesempatan ini Sabhagiriwana’17 Menurunkan 2 Team untuk ikut berpartsipasi serta sebagai ajang uji coba bagi para anggota  muda yang berminat dibidang Gunung Hutan, Kegiatan Ini dimulai Pada Hari Jum’at Siang Hingga Sabtu Malam dengan lokasi berada di Kampus 4 UPGRIS Semarang, sebelum ikut terjun dalam event ini para anggota muda di gembleng latihan fisik setiap sore dimana tujuan ini adalah untuk lebih meningkatkan stamina dan kekuatan mereka sebelum berkompetisi nantinya, serta tak lupa diajari juga mengenai ilmu navigasi peta kompas untuk mendukung kegiatan orienteering dengan harapan dapat menghasilkan hasil yang maksimal dalam event tersebut.
Pagi hari sebelum kegiatan para peserta dari sabhagiriwana’17 mendapatkan tambahan ilmu lagi mengenai cara pembacaan peta guna lebih mempermudah penemuan titik point nantinya oleh mas uler yang lebih berpengalaman di bidang orienteering, serta tidak lupa diajari mengenai manajemen tenaga untuk mendukung juga saat event nanti. Hingga tepat pukul 16.00 wib kedua team dari sabhagiriwana’17 bertolak menuju ke basecamp kamapala guna untuk melalukan registrasi ulang dan mengambil fasilitas perlombaan dari panitia, sesampai di basecamp kami langsung menuju meja pendaftaran dan mendaftarkan diri menjadi peserta KOC dan menerima semua fasilitas yang terdiri dari buku teknis, kaos, serta nomer dada, setelah semua selesai kami pun segera pindah menuju ke penginapan untuk peserta yang berlokasi di kampus 4 upgris untuk sekedar main-main saja sambil menyapa para pesera lain disela-sela kami mengobrol dengan beberapa panitia KOC datanglah sodara kami dari Sulfur Untidar menyapa kami tanpa basa-basi kami mengajak mereka yang kebetulan hanya berdua untuk ke basecamp sabhagiriwana’17 untuk beristirahat sebelum besok memulai perlombaan, kami pun langsung pamit kepada panitia untuk kembali ke basecamp dan beristirahat saja di basecamp. Sekitar 30 menit kemudian kami pun telah sampai di basecamp sabhagiriwana’17 kembali dan mempersilahkan untuk sodara-sodara dari sulfur untuk beristirahat.
Pagi harinya tepat pukul 05.30 kami pun telah bangun dan segera mempersiapkan diri serta atribut yang digunakan saat perlombaan nanti hingga 45 menit kemudian kami pun telah sampai di lokasi start lomba 15 menit lebih cepat sebelum upacara perlombaan dimulai,kami pun segera menuju ke lapangan guna mengikuti upacara pembukaan yang berlangsung kurang lebih 30 menit lamanya, hingga akhirnya tepat pukul 08.00 wib peserta pun telah dikumpulkan di titik start dan kami pun bersiap-siap untuk memulai lomba, namun selama di titik start kami  bertemu dengan teman-teman dari dinamik mapala ft ums Surakarta sambil menunggu start dimulai kami pun bercengkrama dengan mereka hingga tiba akhirnya panggilan untuk barisan kami pun datang kami bersiap dititik start dan priiitt kami pun memulai lomba dengan mengambil peta dan kartu control, namun tanpa ada rasa gugup kami pun berjalan santai menuju ke pintu keluar sambil tetap membaca peta guna mencari titik point terdekat, oh iya saat itu koc menggunakan system point jadi kami lebih mudah untuk berlomba, ok setelah telah ditemukan titik point dan rutenya kami pun menuju ke titik yang berada di belakang kampus 4 upgris, kami berjalan menuju kelokasi point tersebut dalam hal ini dani sebagai pembaca peta dan rafi sebagai pencari jalan yang telah di utarakan oleh dani langsung berlari menuju point tersebut hingga akhirnya sampai di point tersebut yang berada di dekat pos kampling, kami terus berlari dan berkolaborasi menentukan titik-titik point untuk mendapatkan point yang maksimal hingga waktu telah menunjukan bahwa kami telah berjalan 2 jam 15 menit, sehingga kami memutuskan untuk segera kembali ke titik finish untuk mengantisipasi adanya penalty karena kami telat finish, kebetulan posisi kami yang begitu jauh dengan titik finish kami memutuskan kembali menuju ke finish namun selama kami menuju ke lokasi finish kami pun tidak lupa mengambil point-point yang berada di sepanjang jalur kembali yang akan kami lewati nantinya. Namun ada hal yang paling menyebalkan dari keikut sertaan kami dalam event ini, dimana dalam pengambilan point di belakang masjid agung kami harus melewati tumpukan sampah dan rawa yang berbau sangat menyengat yang memiliki kedalam hingga selutut untuk mengambil point ditengah-tengah rawa, selain itu panasnya suasanya semarang dekat area stadion citarum juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami, namun saat kami tiba di titik finish waktu telah menunjukan bahwa kami telah sampai dititik finish 15 menit lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.
Sesampai dititik finish kami pun disambut oleh panitia dan segera di beri medali finisher serta snack untuk menganjal perut yang sudah lapar,selang sekitar 10 menit kemudian datanglah peserta kedua dari sabhagiriwana’17 yaitu kuman dengan terong dari kejauhan menuju garis finish, sama seperti yang tadi kami alami mereka berdua disambut panitia dan di beri medali finisher serta sncak oleh panitia, setelah itu kami pun dihampiri oleh salah satu senior dari kamapala yaitu mbak dora dan diajak menuju ke samping pohon mangga untuk beristirahat sambil mengobrol berbagai hal, hingga tak terasa kami sudah mengobrol hingga pukul 12.00 dan akhirnya makan siang pun datang, kami segera mengambil jatah makan siang dan memakan bersama teman-teman peserta lainnya yang ikut berteduh di dekat kami, setelah selesai makan kami pun pamit kepada mbak dora untuk kembali ke basecamp sabhagiriwana’17 untuk beristirahat dan nantinya kami akan kembali malam hari saat pengumuman telah keluar.
Hingga malam telah tiba, setelah menunaikan sholat isya kami berempat beserta dua orang dari sulfur kembali lagi ke lokasi perlombaan untuk melihat hasil perlombaan, dan pada saat itu tim sabhagiriwana’17 yang diisi oleh terong dan kuman berhasil menduduki peringkat 6 besar, sedangkan tim 2 yang di isi oleh koper dan odol hanya bias duduk di peringkat 12 namun jika dilihat dari hasil penilaian dan pengambilan point saat itu tim kedua hanya mengambil 16 titik point namun dari ke 16 tersebut semua titik point yang diambil tidak mengalami kesalahan sedikit pun alias sempurna, jadi ketepatan pemilihan point, strategi perlombaan yang telah di ajarkan oleh senior sebelum perlombaan telah dijalankan dengan baik serta dengan melihat hasilnya telah dapat dilihat bahwa kedua am telah memahami manajemen orienteering dengan baik, Semoga dengan mengikuti event-event lagi dan terus giat berlatih dapat menjadi orienteer yang handal.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Cartens Wall Climbing Competition












luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com