Rabu, 08 Agustus 2018

Menyusuri Goa Cantik Di Pesisir Utara Pulau Jawa




Pada bulan juni 2018 tepatnya di minggu ketiga bulan itu, kepala divisi caving yaitu rafi berkesempatan mengikuti kegiatan explorasi dan pemetaan goa di wilayah kabupaten lamongan, kegiatan ini di inisialisasi oleh teman-teman caving jawa timur yang ingin mengadakan caving ceria dan pada saat itu sabhagiriwana’17 berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut dengan di wakili oleh sodara rafi yang berasal dari lamongan juga, kebetulan pada saat itu masih masa-masa liburan idul fitri jadi kami bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini dimulai pada hari selasa dan berakhir pada hari rabu dini hari.
Pagi hari di hari selasa saya pun berangkat menuju ke kampus unisla lamongan yang terletak di tengah kota lamongan yang berjarak kurang lebih 30 km dari rumah saya dengan menggunakan sepeda motor,sesampai disana saya langsung naik ke gedung depan parkiran tempat saya memarkirkan motor dan menuju ke lantai paling atas dengan tujuan basecamp mapala jemapala milik unisla lamongan, pada saat itu telah berkumpul beberapa orang dari mapaus Surabaya, dari stimbara gresik, stikmapala lamongan, serta tentunya dari jemapala itu sendiri, satu persatu orang saya salami dan saling berkenalan satu sama lain, karena memang saat itu kami masih belum saling mengenal, beberapa saat kemudian datang lah teman lagi dari sispala acarina tuban dengan membawa sebuah drybag berisi peralatan caving, selang beberapa menit kemudian datanglah anggota dari mapalsa Surabaya, anggota dari organisasi wwf Indonesia serta wartapala Indonesia setelah semua peserta sudah datang lanjutlah kami mengeluarkan semua peralatan yang di bawah untuk segera di ceklist dan dibagi, saat itu sabhagiriwana’17 membawa alat pemetaan goa sebanyak 2 set, setelah semua diceklist kami pun membagi tugas untuk mengecek kondisi peralatan yang dibawa oleh teman-teman dan memilih peralatan yang dinyatakan layak pakai untuk kegiatan caving kali ini, karena menurut informasi dari teman-teman jemapala bahwa goa yang akan kami masuki nanti adalah goa yang telah lama menghilang karena di tutup oleh semak-semak tinggi berduri dengan medan medan batu karang tajam kanan kiri dinding goa dengan kontur tanah menurun ke bawah tanah, setelah sekitar 30 menit mengecek dan menceklist peralatan akhirnya kami pun sudah siap untuk berangkat menuju kelokasi dengan membawa 12 set caving, dengan tambahan 1 set srt untuk kebutuhan apabila goa yang kami cari dapat kami temukan dari sisi vertical, karena menurut pengakuan warga goa tersebut adalah goa tembus yang bisa juga diakses secara horizontal maupun vertical. Sekitar pukl 10.00 wib akhirnya kami memulai perjalanan menuju ke lokasi goa dengan melewati kawasan hutan jati menuju ke utara atau kea rah wisata bahari lamongan, dengan ditempuh perjalanan menggunakan motor kurang lebih 1 jam akhirnya kami sampai di rumah anggota dari jemapala yang berlokasi tidak jauh dari goa yang akan kami cari tersebut, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju ke goa dengan medan batu karang tajam dengan panorama perkebunan kering di samping kiri jalan dan panorama tebing dan gunung kapur yang berada di samping kanan jalan, sekitar 10 menit kami berkendara akhirnya kami telah sampai di sebuah tanah lapang tempat terakhir parkir motor dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sekitar 100 meteran, akhirnya kami memutuskan untuk menaroh peralatan di sekitaran tanah lapang tersebut dibawah pohon papaya sambil menyiapkan sarapan pagi untuk mengisi tenaga sebelum berkegiatan dengan menu nasi boranan, nasi khas lamongan, setelah itu kami pun segera mengenakan set caving yang terdiri dari helm, sepatu boot, headlamp, cover all untuk selanjutnya kami di bagi menjadi dua tim yang terdiri dari 7 orang per team untuk melakukan penyisiran kebetulan saat itu saya menyisir sisi utara tempat kami istirahat tadi dan yang lain menuju ke arah selatan, kami berjalan kurang lebih 15 menitan akhirnya kami menemukan goa yang kami cari yang tertutup oleh rimbunan rumput ilalang yang tinggi dan segera pun kami membersihkan ilalang tersebut dan mengambilii semua sampah yang menutupi jalan menuju ke mulut goa, namun saat kami telah membuka goa tersebut terlihat beberapa benda mencurigakan dimana benda tersebut adalah sebuah wadah tempat sesajen entah itu benar atau tidaknya tapi menurut pengakuan warga memang goa tersebut sering di gunakan untuk bersemedi. Setelah kami berhasil menemukan goanya, kami kembali menuju ke tempat yang kami gunakan untuk berteduh tadi untuk beristirahat dan menyiapkan set pemetaan goa dan membagi lagi team dengan memilih siapa yang siap untuk mengawali pemetaan, dan saat itu saya langsung mengangkat tangan memberi pertanda bahwa saya siap, dan akhirnya saya terpilih dengan 5 orang lainnya dan saya berkesempatan menjadi leader, tanpa bertanya saya beserta 5 orang yang lain segera menuju ke goa kembali dengan membawa set pemetaan tadi sementara 5 orang lainnya masuk ke goa lainnya untuk pemetaan juga sehingga 2 orang lainnya tidak ikut masuk karena bertugas sebagai pengawas untuk mengantisipasi aapabila terjadi hal-hal apa di dalam goa baik gempa maupun yang lain, titik stasiun pertama yang bikin saya pilih sangat membingungkan karena goa berkontur vertical namun tidak curam-curam amat satu persatu areal telah saya jajaki hingga akhirnya pada titik stasiun ke 10 akhirnya titik lubang vertical yang kami cari akhirnya ketemu dan kami langsung  menghubungi satu orang teman yang menjaga diatas tadi untuk mencari permukaan lubang tersebut dari atas tanah, namun ternyata lubang goa tersebut telah tertutupi oleh rerumputan tinggi, sehingga perlu di bersihkan, setelah itu kami melanjutkan kegiatan pemetaan goa hingga akhir dengan total 24 titik stasiun dengan panjang goa mencapai 90-110 meteran dengan lebar 7 meteran, namun saat sampai di titik mulut yang lain kami dihadapi oleh permasalahan yaitu mulut goa tertutup oleh semak belukar tinggi sehingga kami harus membersihkan kembali dengan menggunakan parang dan setelah itu kami satu persatu keluar keluar goa dan menuju ke lubang vertical tadi yang telah kami temukan dan kembali membersihkan ilalangnya dengan menggunakan parang, tanpa terasa waktu telah menunjukan pukul 15.00 wib kami pun segera naik kembali menuju tempat berteduh dan beristirahat setelah beristirahat sambil packing alat sekitar 30 menit kami melanjutkan perjalanan menuju ke goa kedua yang berada tidak jauh dari pelabuhan lamongan,sekitar 15 menit kemudian akhirnya kami telah sampai di mulut goa namun waktu kami sampai di sana saya pun bertanya-tanya dimana goa nya karena salah satu dari teman bilang kalo kita sudah sampai di lokasi goa kedua, ternyata goanya berada di balik rimbunan rumput pendek jadi tidak terlihat hanya terlihat rerumputan kering saja di situ tapi ternyata di bawah rumput tersebut terdapat sebuah goa, walaupun saat itu waktu telah menunjukan pukul 16.00 namun matahari sangat menyengat sehingga membuat saya begitu kepanasan ditambah lagi suasana lokasi yang tandus bah seperti di daerah padang savanna yang kering, setelah itu kami pun akhirnya masuk kedalam goa dengan menggunakan bantuan tali webbing secara bergantian, namun saat kali pertama dari kami yang masuk tiba-tiba seekor ular yang cukup besar menyambut kami dan segera lari menuju balik batu-batuan, konon menurut warga memang goa tersebut merupakan habitat ular besar jadi kami harus berhati-hati, di goa ini kami tidak melalukan pemetaan karena keterbatasan waktu, konon menurut warga goa ini bernama goa angina-angin yang memiliki 3 lantai dengan lantai paling bawah berada di dalam laut yang berada di samping goa, aura sejuk saya rasakan didalam goa tetesan air dari stalakmit ataupun stalaktit menyejukan mata namun saya harus tetap hati-hati karena goa ini begitu tipis kandungan oksigennya, bukan karena banyaknya guano atau apa melainkan karena dalamnya goa ini menjurus kebawah tanah menjadi penyebabnya, sekitar 30 menit saya menyusuri goa tersebut akhirnya saya telah sampai di pintu goa lantai 2 dengan ditandai medan turunan yang begitu curam yang mengarah ke bawah dengan bantuan tali webbing yang di ikatkan di sebuah batu dekat pintu akhirnya kami dapat masuk ke lantai dua goa atau satu lantai di bawah lantai tiga sebelumnya, kami terus menyusuri goa tersebut dengan suasana yang begitu menajubkan dan mencengkam karena jika kami salah pinjak kami bisa saja terjen ke lantai 1 goa atau lantai goa terdasar yang belum pernah di hitung berapa tingginya, kami terus berjalan dengan menggunakan tali webbing dengan tujuan agar lebih meminimalisir kecelakaan, goa semakin jauh semakin turun ke bawah dan semakin sempit, udara juga semakin lama kami berjalan juga semakin jarang sehingga untuk melanjutkan perjalanan menuju ke lantai dasar hanya kami ber lima salah satunya saya yang  berani turun menuju ke lantai dasar goa, hal  ini dikarenakan lokasi goa yang licin, sempit, terjal dan juga udara yang begitu tipis, kami berlima pun terus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya kami sampai ke pintu goa lantai dasar sama halnya dengan pintu goa lantai 2 kami menggunakan tali webbing untuk turun ke lantai dasar, suasana pengap, panas, oksigen menipis dengan tetesan air dari atap goa yang berasa asin menandakan bahwa goa ini telah berada di bawah air walau belum sebegitu dalam kami berlima mencoba mencari ujung goa yang katanya berada ditebing samping laut, namun sekitar 10 menit kami berjalan di dasar goa kami memutuskan untuk kembali keatas karena kabar dari 2 orang teman yang menjaga dimulut goa, cuaca diatas telah mendung dan mulai turun hujan sehingga kami harus segera kembali ke permukaan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak di inginkan, tetap dengan mengunakan tali webbing kami berjalan dengan berhati-hati menuju ke pintu goa 1,2,3 dan akhirnya 30 menit kemudian kami telah sampai di mulut goa, benar apa kata teman saya tadi bahwa cuaca di atas telah hujan lebih deras lagi, syukurlah kami bisa kembali dengan selamat.
Ini pengalaman yang begitu berharga bagi saya, untuk pertama kalinya saya menelusuri sebuah goa yang begitu indah tapi menakutkan, hal ini yang membuat saya lebih bersemangat lagiuntuk belajar ilmu caving.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

0 komentar:

Posting Komentar