Pada
tanggal 13-14 juli 2018 sabhagiriwana’17 berkesempatan ikut dalam kegiatan
Kamapala Orienteering Competition Season 2 yang di selenggarakan oleh Mahasiswa
Pecinta Alam Kamapala UPGRIS Semarang, pada kesempatan ini Sabhagiriwana’17
Menurunkan 2 Team untuk ikut berpartsipasi serta sebagai ajang uji coba bagi
para anggota muda yang berminat dibidang
Gunung Hutan, Kegiatan Ini dimulai Pada Hari Jum’at Siang Hingga Sabtu Malam
dengan lokasi berada di Kampus 4 UPGRIS Semarang, sebelum ikut terjun dalam
event ini para anggota muda di gembleng latihan fisik setiap sore dimana tujuan
ini adalah untuk lebih meningkatkan stamina dan kekuatan mereka sebelum
berkompetisi nantinya, serta tak lupa diajari juga mengenai ilmu navigasi peta
kompas untuk mendukung kegiatan orienteering dengan harapan dapat menghasilkan
hasil yang maksimal dalam event tersebut.
Pagi
hari sebelum kegiatan para peserta dari sabhagiriwana’17 mendapatkan tambahan
ilmu lagi mengenai cara pembacaan peta guna lebih mempermudah penemuan titik
point nantinya oleh mas uler yang lebih berpengalaman di bidang orienteering,
serta tidak lupa diajari mengenai manajemen tenaga untuk mendukung juga saat
event nanti. Hingga tepat pukul 16.00 wib kedua team dari sabhagiriwana’17
bertolak menuju ke basecamp kamapala guna untuk melalukan registrasi ulang dan
mengambil fasilitas perlombaan dari panitia, sesampai di basecamp kami langsung
menuju meja pendaftaran dan mendaftarkan diri menjadi peserta KOC dan menerima
semua fasilitas yang terdiri dari buku teknis, kaos, serta nomer dada, setelah
semua selesai kami pun segera pindah menuju ke penginapan untuk peserta yang
berlokasi di kampus 4 upgris untuk sekedar main-main saja sambil menyapa para
pesera lain disela-sela kami mengobrol dengan beberapa panitia KOC datanglah
sodara kami dari Sulfur Untidar menyapa kami tanpa basa-basi kami mengajak
mereka yang kebetulan hanya berdua untuk ke basecamp sabhagiriwana’17 untuk
beristirahat sebelum besok memulai perlombaan, kami pun langsung pamit kepada
panitia untuk kembali ke basecamp dan beristirahat saja di basecamp. Sekitar 30
menit kemudian kami pun telah sampai di basecamp sabhagiriwana’17 kembali dan
mempersilahkan untuk sodara-sodara dari sulfur untuk beristirahat.
Pagi
harinya tepat pukul 05.30 kami pun telah bangun dan segera mempersiapkan diri
serta atribut yang digunakan saat perlombaan nanti hingga 45 menit kemudian
kami pun telah sampai di lokasi start lomba 15 menit lebih cepat sebelum upacara
perlombaan dimulai,kami pun segera menuju ke lapangan guna mengikuti upacara
pembukaan yang berlangsung kurang lebih 30 menit lamanya, hingga akhirnya tepat
pukul 08.00 wib peserta pun telah dikumpulkan di titik start dan kami pun
bersiap-siap untuk memulai lomba, namun selama di titik start kami bertemu dengan teman-teman dari dinamik
mapala ft ums Surakarta sambil menunggu start dimulai kami pun bercengkrama
dengan mereka hingga tiba akhirnya panggilan untuk barisan kami pun datang kami
bersiap dititik start dan priiitt kami pun memulai lomba dengan mengambil peta
dan kartu control, namun tanpa ada rasa gugup kami pun berjalan santai menuju
ke pintu keluar sambil tetap membaca peta guna mencari titik point terdekat, oh
iya saat itu koc menggunakan system point jadi kami lebih mudah untuk berlomba,
ok setelah telah ditemukan titik point dan rutenya kami pun menuju ke titik
yang berada di belakang kampus 4 upgris, kami berjalan menuju kelokasi point
tersebut dalam hal ini dani sebagai pembaca peta dan rafi sebagai pencari jalan
yang telah di utarakan oleh dani langsung berlari menuju point tersebut hingga
akhirnya sampai di point tersebut yang berada di dekat pos kampling, kami terus
berlari dan berkolaborasi menentukan titik-titik point untuk mendapatkan point
yang maksimal hingga waktu telah menunjukan bahwa kami telah berjalan 2 jam 15
menit, sehingga kami memutuskan untuk segera kembali ke titik finish untuk
mengantisipasi adanya penalty karena kami telat finish, kebetulan posisi kami
yang begitu jauh dengan titik finish kami memutuskan kembali menuju ke finish
namun selama kami menuju ke lokasi finish kami pun tidak lupa mengambil
point-point yang berada di sepanjang jalur kembali yang akan kami lewati
nantinya. Namun ada hal yang paling menyebalkan dari keikut sertaan kami dalam
event ini, dimana dalam pengambilan point di belakang masjid agung kami harus
melewati tumpukan sampah dan rawa yang berbau sangat menyengat yang memiliki
kedalam hingga selutut untuk mengambil point ditengah-tengah rawa, selain itu
panasnya suasanya semarang dekat area stadion citarum juga menjadi tantangan
tersendiri bagi kami, namun saat kami tiba di titik finish waktu telah
menunjukan bahwa kami telah sampai dititik finish 15 menit lebih cepat dari
waktu yang telah ditentukan.
Sesampai
dititik finish kami pun disambut oleh panitia dan segera di beri medali
finisher serta snack untuk menganjal perut yang sudah lapar,selang sekitar 10
menit kemudian datanglah peserta kedua dari sabhagiriwana’17 yaitu kuman dengan
terong dari kejauhan menuju garis finish, sama seperti yang tadi kami alami
mereka berdua disambut panitia dan di beri medali finisher serta sncak oleh
panitia, setelah itu kami pun dihampiri oleh salah satu senior dari kamapala
yaitu mbak dora dan diajak menuju ke samping pohon mangga untuk beristirahat
sambil mengobrol berbagai hal, hingga tak terasa kami sudah mengobrol hingga
pukul 12.00 dan akhirnya makan siang pun datang, kami segera mengambil jatah
makan siang dan memakan bersama teman-teman peserta lainnya yang ikut berteduh
di dekat kami, setelah selesai makan kami pun pamit kepada mbak dora untuk
kembali ke basecamp sabhagiriwana’17 untuk beristirahat dan nantinya kami akan
kembali malam hari saat pengumuman telah keluar.
Hingga
malam telah tiba, setelah menunaikan sholat isya kami berempat beserta dua
orang dari sulfur kembali lagi ke lokasi perlombaan untuk melihat hasil
perlombaan, dan pada saat itu tim sabhagiriwana’17 yang diisi oleh terong dan
kuman berhasil menduduki peringkat 6 besar, sedangkan tim 2 yang di isi oleh
koper dan odol hanya bias duduk di peringkat 12 namun jika dilihat dari hasil
penilaian dan pengambilan point saat itu tim kedua hanya mengambil 16 titik
point namun dari ke 16 tersebut semua titik point yang diambil tidak mengalami
kesalahan sedikit pun alias sempurna, jadi ketepatan pemilihan point, strategi
perlombaan yang telah di ajarkan oleh senior sebelum perlombaan telah
dijalankan dengan baik serta dengan melihat hasilnya telah dapat dilihat bahwa
kedua am telah memahami manajemen orienteering dengan baik, Semoga dengan
mengikuti event-event lagi dan terus giat berlatih dapat menjadi orienteer yang
handal.







0 komentar:
Posting Komentar