Selamat siang semua, oh iya perkenalkan nama saya
andi ubay, saya anggota muda sabhagiriwana’17angkatan 25 lo, di sini saya mau
membagi sedikit pengalaman saya mengenai keikutsertaan saya dalam perlombaan
Aldakawanaseta Orienteering Competition II 2018.
Awalnya sih saya menduga kalo yang bakal mewakili
sabhagiriwana dalam event ini itu bukan saya melainkan rekan saya si dani,
kenapa kok begitu? Ya karena saat itu yang siap turun dalam event adalah dia.
Selain itu dia juga sudah memahami ilmu gunung hutan seperti navigasi dan baca
peta. Oke awal mulanya sebelum adanya event ini kami semua se angkatan di
bikinkan sebuah jadwal latihan rutin yang harus kami jalani, dimana dalam
jadwal tersebut berisi seperti latihan orienteering, jogging, latihan panjat
papan boulder, latihan panjat dinding wall serta srt-nan, di sini saya
merasakan adanya pembinaan kepecintaalaman. Menurutku latihan yang paling
mengasikan itu adalah latihan panjat dinding wall, kenapa? Iya karena latihannya
kita laksanakan di kampus lain yang mempunyai papan wall climbing, seperti di
Himalaya unimus, aldakawanaseta udinus, dan mapalast unisbank, setiap latihan
saya mengikutinya tanpa absen tak terkecuali latihan orienteering.
Hingga pada akhirnya datanglah sebuah surat undangan
event aldakawanaseta orienteering competition II yang bertuju untuk
sabhagiriwana’17. saat itu tidak ada pikiran kalo bakal saya yang akan menjadi
delegasi dari sabhagiriwana’17 di event ini. Hari terus berganti di setiap hari
selasa dan kamis kami mengikuti kegiatan latihan rutin di kampus dan saat itu
latihan yang lebih di tingkatkan adalah latihan orienteering, latihan pertama
hanya materi ruang mengenai apa itu orienteering dan apa saja yang di butuhkan
saat kita mau berkegiatan orienteering. Baru di latihan-latihan selanjutnya
kami mempraktekan orienteering di lingkungan kampus, di latihan awal memang
saya masih bingung ini apaan to? Orienteering ini apaan to? Walaupun saya sudah
mengikuti materi ruang namun di latihan awal saya masih bingung mencari titik
pointnya walaupun masih di lingkungan kampus sehingga waktu penilaian saya
paling banyak mendapatkan kesalahan dalam mengepunch. Lambat laut waktu latihan
selanjutnya kesalahan penentuan titik point sudah bisa saya kurangi, hingga beberapa
hari menjelang event akhirnya kami semua di kumpulkan di basecamp untuk
mendapatkan pemaparan hasil latihan rutin setiap selasa dan kamis, hingga
akhirnya pada saat itu saya lah yang di tunjuk oleh pengurus sabhagiriwana’17
untuk menjadi perwakilan sabhagiriwana’17 untuk berkompetisi di aldakawanaseta
orienteering competition II.
Setelah penunjukan itu saya terus di genjot latihan
jogging dan baca peta serta kompas baik secara materi kelas maupun praktikum,
dan lama kelamaan pun saya mulai memahami ilmu baca peta dan kompas. Hingga 3
hari menjelang perlombaan saya mendapatkan materi lagi mengenai cara maen dan
startegi guna mendapatkan hasil maksimal saat berlomba nanti.
Pertama saya di tunjukan oleh mas cening nama-nama
peta, ciri-cirinya apa saja sama isinya apa saja baru setelah baru di ajari
cara menganalisis peta, saat di sini saya di tekan kan oleh mas cening untuk
berkonsentrasi penuh karena kalo saya bisa menganalisis peta untuk kedepannya
akan lebih mudah saat di lapangan nanti, baru setelah itu saya di ajari cara
mengatur starategi perlombaan, di sini saya di ajari gimana cara mengatur
tenaga, minum hingga cara penyapuan point sampai detail. Setelah saya paham
akan semua penjelasan dari mas cening saya langsung istirahat karena besok
paginya saya harus kuliah jam 8 pagi dan saat itu waktu telah menunjukan pukul
23.00 wib.
Di hari selanjutnya atau dua hari menjelang
perlombaan, seperti biasa setiap pagi saya kuliah hingga sore hari, baru
sekitar pukul 15.00 wib saya datang ke basecamp seperti biasa hanya untuk
nongkrong-nongkrong saja, namun saat itu nongkrong saya juga mendapat ilmu yang
sangat membantu saya dalam mempersiapkan diri sebelum berangkat ke event ke
esokan harinya, kali ini yang mengajak saya sharing adalah mas uler, mantan
ketua umum sabhagiriwana’17 periode kemaren. Saat itu mas uler cerita panjang
lebar mengenai pengalaman dia selama dia mengikuti perlombaan orienteering di
berbagai lokasi. Mulai dari hal serius hingga hal-hal penting mas uler bagikan
ke saya yang berhubungan dengan keikut sertaan beliau di event orienteering.
Tentunya waktu sharing sambil ngopi juga biar gak edan, hahahahahaa.Setelah itu
saya di instruksikan untuk mempraktekan ilmu kenavigasian mulai dari baca
kompas dan peta.
Hari perlombaan pun datang, setelah mempersiapkan
semua peralatan kami pun berangkat menuju ke basecamp Aldakawanaseta sekitar
pukul 14.00 wib. Sesampai di sana kami langsung registrasi ulang untuk
mengambil fasilitas yang di berikan panitia. Baru selanjutnya kami berdua ikut
nimbrung ngopi dengan peserta lainnya yang berasal dari berbagai daerah
se-indonesia, seperti dari jalawira surabaya, lentera banten dan lain-lain.
Kami ngobrol sana sini tentunya dengan saling berkenalan satu sama lain. Hingga
malam datang. Karena dari siang belum terisi ini perut saya putuskan untuk
memasak mie instan sebagai penganjal perut kebutulan saat itu kami membawa set
masak. Setelah selesai masak tentunya
kami menyantapnya dengan lahap karena saya sudah lapar sekali ini. Nah
setelah itu datang lah penyakit manusia yaitu bar mangan ngantuk, ya sudah saya
memutuskan untuk ambil sleeping bag, ambil matras dan tidur.
Disisi lain senior yuyu (official) masih bertahan
dengan para peserta hingga matahari kembali terbit. Pagi pun akhirnya datang
hari perlombaan pun telah datang pagi sekali saya mandi lalu kami berdua
memutuskan untuk melakukan olahraga pagi, ya sekedar melemaskan otot sebelum
berlaga sambil menunggu sarapan yang masih di buat oleh senior yuyu. Setelah
selesai pemanasan dan tentunya sarapan dulu, saya bergegas memakai sepatu dan
segera menuju ke depan gerbang karena transportasi untuk menuju ke lokasi
perlombaan akan segera jalan. Pake sepatu makan naik ke mobil dan weeeerrrr...
Akhirnya kami semua pun di berangkat kan menuju ke lokasi perlombaan dimana lokasinya
berada di desa kalisidi. Entah itu dimana saya tidak tau.
Sesampai di sana kami beristirahat sambil menunggu
upacara pembukaan lomba. Setelah semua rangkaian kegiatan telah terlaksana
akhirnya perlombaan pun di mulai. Kami sudah berada di titik start dan priiitt
bendera start pun telah di kibarkan pertanda bahwa kami berdua sudah boleh
berlomba, kami berjalan secara perlahan sambil memahami peta perlombaan, dan
saat itu bang terong lah yang mengamati peta dan saya yang mengamati lingkungan
sekitar, setelah kami berdiskusi berdua mengenai titik point akhirnya kami
memutuskan untuk menuju ke titik point terdekat, semua penjelasan dari mas uler
dan mas cening saya praktekan di perlombaan saat ini, mulai dari cara
pengambilan point, cara penentuan jalur dan cara pemenajemenan tenaga. Satu dua
tiga point hingga beberapa point telah kami libas. Dan lucunya tanpa memandang
remeh peserta lain. Ada beberapa tim yang selalu membuntuti kami dari titik
point setelah start hingga point ke lima ini. Sepertinya mereka belom paham
mengenai orienteering. Tapi tak apalah , dua jam berlalu kami sudah
berputar-putar mencari titik point akhitnya kami dipaksa untuk segera datang ke
titik finish, karena sepatunya mas terong rusak dan membuka secara mengangga
sehingga kami langsung menuju ke finish dengan hasil point yang belom
sepenuhnya kami sapu bersih. Dengan tenaga sisa-sisa kami segera berlari menuju
garis finish, dan saat kami sudah dekat berada di depan garis finish tingkah
laku kocak bang terong pun keluar dia inginnya di gendong, okelah tak masalah
akhirnya kami melewati garis finis
dengan posisi bang Terong saya gendong.
Setelah sampai finis kami langsung di sambut oleh
senior yuyu yang memberi minuman dan roti sambil beristirahat. Beberapa jam
setelah itu keluar lah hasil perlombaan yang menempatkan kami berada di posisi
16 dari 59 peserta. Syukur saya rasakan karena ini adalah awal yang baik bagi
kami berdua. Kami bisa masuk 20besar se indonesia itu adalah penghargaan yang
membanggakan. Setelah saya tau hasilnya maka kami putuskan untuk segera kembalj
ke basecamp sabhagiriwana dan beristirahat.
Mau tau Dokumentasinya?
Klik Ini Saja Dokumentasi AOC II 2018






0 komentar:
Posting Komentar